• b1
  • b3
  • B6
  • Slide PPDB 4

Selamat datang di situs website SMA Negeri 1 Tual / Happy New Year 2019

Pencarian

Kontak Kami


SMA NEGERI 1 TUAL

NPSN : 60100819

Jl.Karel Sadsuitubun, Kota Tual. Maluku


info@smansatual.sch.id

TLP : 0916 � 21275


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 51583
Pengunjung : 17749
Hari ini : 118
Hits hari ini : 248
Member Online : 0
IP : 54.197.24.206
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Pentingnya Menghormati dan Menghargai Orang Tua, Guru, dan Sesama Teman




Apa yang terlintas dipikiran anda saat mendengar kata “Guru”? Mungkin ada yang berpendapat Guru adalah sosok yang pintar, adapula yang berpendapat Guru adalah seseorang yang mempunyai hati mulia, atau ada juga beranggapan Guru adalah sosok yang menakutkan. Tetapi menurut saya, Guru adalah salah satu sosok yang berpengaruh untuk menjadikan saya menjadi orang yang jujur, pintar, menghormati dan menghargai sesama kita.

Saya pernah mendengar cerita dari salah seorang teman, bagaimana anak-anak jaman sekarang yang kurang sekali untuk menghargai dan menghormati guru-guru di sekolah mereka, bahkan terkesan jika anak-anak saat berbicara dengan guru mereka terdebgar cukup kasar dan kurang sopan santun.

Sempat terpikir, apakah mereka tidak diajarkan oleh orang tua mereka dirumah untuk bisa menghargai guru ataukah tidak ada yang menegur mereka jika mereka berkata dan berperilaku yang sopan kepada Guru?. Atau malah anak-anak sering menirukan apa yang kita lakukan sebagai orang tua, sifat kita, perbuatan kita, sampai pada ucapan kita ia tirukan dan mungkin saja mereka terpengaruh oleh lingkungan nya, untuk bertindak kurang sopan dan berkata yang kurang baik.

Saat dulu orang tua saya berpesan kepadaku saat berangkat sekolah, pesan nya begini “Nak, disekolah harus baik dan sopan dengan teman dan terutama Guru mu yah. Guru adalah orang tua mu saat di sekolah”. Dan, sampai saat ini masih ternggiang dan harus kuajarkan ke anak-anak ku kelak nanti. Hari ini saya mau berbagi kepada teman-teman semua, terutama Orang Tua, bagaimana cara menghormati Guru? Yukkkk…baca cara-caranya dibawah ini yah…

  1. Saat sampai di sekolah, jangan lupa untukmengucapkan salam ketika bertemu dengan Guru. Sepertinya sederhana, tapi ini penting, agar anak-anak terbiasa dan terbawa sampai kelak dewasa, agar dapat bisa menghargai siapapun natinya.
  2. Berkatalah yang lemah lembutsaat berbicara atau hendak menanyakan pelajaran yang belum kita pahami.
  3. Berbicara dengan ramahsaat sedang berbicara dengan guru.
  4. Berprilaku denganhormat dan sopandimanapun dan kapanpun.
  5. Menyimakdengan baik saat guru menerangkan pelajaran.                                                     
  6. Tidak meledek guru.
  7. Memperhatikan saat diajak bicaraoleh guru saat di dalam kelas.
  8. Menghargai guru dengan caramengerjakan pekerjaan rumahyang diberikan.
  9. Tidak mencontek pekerjaan rumah (PR) atau saat ujian. Karena dengan begitu, sebagai murid kita memperhatikan dan mengerti apa yang sudah diajarkan oleh guru saat di dalam kelas.
  10. Membantu guru untuk membereskan mainan-mainan pada tempatnya. Perilaku ini menjadikan anak yangdisiplin dan bertanggung jawab.
  11. Melaksanakan perintah guru agarbelajar dirumah.
  12. Mengikuti nasehatnya(apabila nasehatnya itu baik).
  13. Tidak berbica sendiri dengan temanatau sibuk main HP atau alat-alat permainan saat guru sedang menerangkan pelajaran di dalam kelas.
  14. Tidak membuat bising atau gaduhdi dalam kelas saat guru menjalankan tugas mengajar.
  15. Bersikaplahrendah diriterhadap guru walaupun kita anak pejabat teras atau sebanyak apapun harta orang tua kita.
  16. Selalumengucapkan terimakasihdalam setiap bantuan yang diberikan oleh guru.
  17. Menolong gurusaat sedang membutuhkan pertolongan.
  18. Mematuhi peraturan sekolah. Sebagai contoh,mereka perlu datang awal ke sekolah dan tidak terlibat dalam gengsterisme, dan lain-lain. Karena itu,jadilah pelajar yang berdisiplin.
  19. Meminta ijinsetiap saat akan keluar kelas saat sedang ingin ke kamar mandi ataupun yang lain (jika di dalam kelas sedang ada bertugas guru).
  20. Menjengukapabila guru saat sedang sakit.
  21. Mendoakanakan kesejahteraan guru, agar beliau tetap dapat mengajar dengan baik dan sehat.
  22. Menjaga hubungan atausilahturahmi dengan guruwalaupun kita telah menjadi alumni dari sekolah.

Kesimpulannya, kita harus menghargai dan menghormati guru. Karena tanpa guru, kita tidak akan bisa membaca, menulis dan mengerti banyak hal yang ada di bumi ini.

Jaman sudah makin edan, kultur ketimuran semakin terkikis dan pendidikan agama sudah banyak dikesampingkan. Sekarang banyak ditemui anak yang hilang sopan santun hingga kurang ajar terhadap orang tuanya, tidak mempunyai sikap berbakti bahkan menelantarkan orang tua yang sudah lanjut usia. Berbuat baik kepada kedua orang tua hukumnya wajib, baik waktu kita masih kecil, remaja atau sudah menikah dan sudah mempunyai anak bahkan saat kita sudah mempunyai cucu. Ketika kedua orang tua kita masih muda atau sudah lanjut usianya bahkan pikun kita tetap wajib berbakti kepada keduanya. Mereka membesarkan kita dengan penuh kasih sayang dan berbagai pengorbanan. Pengorbanan itu tak hanya dalam hal tenaga, waktu dan materi, bahkan demi anak nyawa pun rela dikorbankan.

Berikut ini setidaknya ada 10 cara yang cukup sederhana yang dapat kita lakukan untuk berbakti atau memuliakan orang tua, termasuk kepada orang tua yang telah tiada.

  1. Lemah Lembut Dalam Bertutur Kata Kepada Orang Tua
    Jagalah setiap tutur kata kita sebagai anak agar senantiasa lemah lembut tatkala berbicara kepada orang tua. Jauhi ucapan-ucapan bernada tinggi, apalagi kata-kata kasar. Kepada pimpinan atau bos kita saja kita bisa berusaha santun (meskipun terkadang hanya basa-basi), seharusnya kita pun bisa bertutur lemah lembut kepada orang tua. Kadang kita temui anak yang berkata kepada orang tuanya dengan cara berteriak-teriak.
  2. Membantu Berbagai Pekerjaan Rumah
    Banyak dari kita yang tidak menyadari sebenarnya ada berbagai rutinitas orang tua, terutamanya Ibu yang sebenarnya cukup melelahkan, namun atas dasar tanggung jawab sebagai orang tua, perkara-perkara rutinitas dalam keseharian itu tidak menjadikan mereka berkeluh kesah. Maka tidak ada salahnya bagi kita untuk membantu meringankan beban orang tua tersebut, seperti halnya membantu mencuci piring, menyapu halaman, mengepel lantai, membersihkan rumah dan semisalnya. Meskipun mungkin kita tidak setiap hari membantu dalam meringankan pekerjaan-pekerjaan tersebut, tapi niscaya itu akan membuat orang tua merasa bahagia.
  3. Ringan Tangan Menjalankan Perintah Orang Tua
    Jika orang tua memerintahkan suatu hal kepada kita, yang mana hal tersebut dapat kita jalankan, maka janganlah menolak atau menunda-nunda jika memang kita tidak memiliki udzur dalam perkara tersebut. Orang tua ‘melayani’ kita sejak kita lahir, sejak masih bayi hingga dewasa dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Sungguh tidak pantas ketika tiba saatnya orang tua kita memerintahkan kita untuk melakukan suatu perkara yang sanggup kita kerjakan, namun kita mencari-cari alasan untuk mengelak dari perintah tersebut.
  4. Senantiasa Bersikap Sopan dan Santun
    Tidak sekedar ucapan yang lemah lembut saja yang harus kita jaga, namun juga disertai dengan sikap sopan dan santun terhadap orang tua. Semisal kita mengucapkan salam ketika pulang, tidak sekedar seperti orang masuk pasar. Terlebih lagi kita harus menjauhi sikap kurang ajar kepada orang tua.
  5. Bersikap Sabar dan Menahan Marah
    Sering kali kita mendengar ucapan dari sekian banyak orang terkait orang tua yang semakin bertambah usia mereka, maka akan semakin ‘rewel’ sikap mereka, seperti anak kecil lagi. Terkadang dipicu oleh kondisi kesehatan yang sudah tidak prima lagi, terkadang orang tua semakin usianya renta mereka jadi lebih sensitif dan mudah marah. Dalam keadaan seperti ini kita harus berusaha untuk menahan diri dengan bersabar. Bahwasanya surga itu adalah tempat yang salah satu ciri-ciri penghuninya adalah mereka yang dapat menahan marah.Bayangkan bagaimana kesabaran orang tua mengasuh kita sejak kecil hingga dewasa, sabar menghadapi kebandelan kita, sabar menasehati kita, dll.
  6. Memberi Hadiah Kepada Orang Tua
    Memberi hadiah tidak hanya khusus dituntunkan kepada pasangan suami-istri ataupun dari orang tua kepada anak. Namun anak pun dapat memberikan suatu hadiah kepada orang tuanya. Hadiah tidak haruslah yang mahal, namun yang penting dapat menyenangkan orang tua kita. Semisal untuk Ibu kita beri hadiah berupa jilbab yg syar’i, atau kepada bapak kita hadiahkan sebuah sarung yang bagus, semisal tatkala Alloh ‘Azza wa Jalla memberi kita kemudahan dalam hal rezeki yang berlebih. Betapa orang tua akan merasa dimuliakan anak.
  7. Tidak Menyia-nyiakan Kerja Keras Orang Tua
    Di jaman sekarang ini, banyak kita temui anak yang tidak bisa menghargai perjuangan dan kerja keras orang tuanya dalam menafkahi mereka, menyekolahkan mereka, dan hal yang semisalnya yang notabene perjuangan tersebut adalah untuk membuat kita menjadi lebih baik. Semisal bentuk tidak menghargai perjuangan dan kerja keras orang tua adalah: bolos sekolah, menghambur-hamburkan uang pemberian orang tua, malas belajar, dan sikap negatif lainnya yang dilakukan seorang anak.
  8. Merawat Mereka Saat Usia Semakin Renta
    Saat kita masih kecil hingga kita dewasa orang tua merawat kita dengan penuh kesabaran dan ketelatenan. Saat kita sakit sejak kita bayi hingga dewasa, orang tua menjaga kita siang dan malam. Ingatlah bagaimana Ibu kita memandikan kita, menyuapi kita dengan telaten, memakaikan baju setiap hari, mengajari kita hal-hal yang baik, mengganti popok kita, dll. Sekarang banyak kita temui, anak-anak yang menaruh orang tuanya di panti jompo dikarenakan mereka lebih memilih menghabiskan semua waktu untuk mengejar nafsu duniawi. Sungguh kebanyakan orang tua akan nelangsa dengan perlakuan seperti ini.
  9. Doa Anak Yang Shalih Untuk Orang Tua Yang Telah Meninggal
    Bagi Kaum Muslimin yang mana kedua orang tua atau salah satunya telah tiada, bahwasanya doa dari anak yang sholeh begitu luar biasa memberi manfaat bagi orang tua yang telah meninggal. Telah banyak hadits yang menerangkan tentang bagaimana kebaikan yang akan didapatkan orang tua di kehidupan setelah mati tatkala memiliki anak-anak yang sholeh yang mau mendoakan mereka. Dan shaleh ataupun shalehah itu harus diperjuangkan dengan cara taat pada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengikuti tuntunan Rasul-Nya, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam. Sebaliknya anak-anak yang tidak mau taat kepada perintah Alloh dan sebaliknya gemar berbuat dosa akibat meninggalkan shalat, berbuat maksiat, tidak mau belajar ilmu agama dan hal-hal yg dibenci Alloh serta RasulNya.. maka sang anak hanya akan memberikan beban berat yang harus dipertanggung jawabkan orang tuanya di yaumul akhirat.
  10. Menjaga Silahturahmi Dengan Kerabat ataupun Teman Orang Tua
    Termasuk juga dalam ini adalah menyambung hubungan dengan teman atau sahabat dari orang tua kita yang telah tiada. Dalam syariat Islam bahwasanya dituntunkan untuk kita senantiasa menyambung tali silahturahmi dengan keluarga-keluarga dari orang tua kita yang telah tiada sebagai bentuk bakti kita kepada orang tua. Kita usahakan meluangkan waktu untuk berkunjung ke rumah paman, tante dan semisalnya.

Kata menghargai menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia mempunyai arti bermacam-macam, di antaranya memberi, menentukan, menilai, membubuhi harga, menaksir harga, memandang penting (bermanfaat, berguna), menghormati. Karya orang lain adalah hasil perbuatan manusia berupa ‘suatu karya’ yang baik (positif) yaitu hasil dari ide, gagasan manusia seperti seni, karya budaya, cipta lagu, mesin, atau sesuatu produk yang bermanfaat atau berguna untuk orang lain. 

Menghargai hasil karya orang lain merupakan salah satu upaya membina keserasian dan kerukunan hidup antarmanusia agar terwujud suatu kehidupan masyaraakat yang saling menghormati dan menghargai sesuai dengan harkat dan derajat seseorang sebagai manusia. Menumbuhkan sikap menghargai hasil karya orang lain merupakan sikap yang terpuji karena hasil karya tersebut merupakan pencerminan pribadi penciptanya sebagai manusia yang ingin dihargai. 

Kecenderungan manusia secara alamiah adalah keinginan untuk mendapat tanggapan atau penghargaan atas apa yang dilakukannya. Kebutuhan untuk menuangkan ekspresi diri secara positif telah mendorong setiap orang untuk terus menghasilkan karya terbaik demi kebaikan dirinya dan orang lain. Oleh karena itu, upaya dan hasil karya kreatif yang berguna bagi kemaslahatan orang banyak sudah selayaknya memperoleh penghargaan yang positif pula. 

Menghormati dan menghargai hasil karya orang lain harus dilakukan tanpa memandang derajat, status, warna kulit, atau pekerjaan orang tersebut karena hasil karay merupakan pencerminan dari pribadi seseorang. Berkarya artinya melakukan atau mengerjakan sesuatu sampai menghasilkan sesuatu yang menimbulkan kegunaan atau manfaat dan berarti bagi semua orang. Karya tersebut dapat berupa benda, jasa, atau hal yang lainnya. 

Teman Sejawat dan Teman Sebaya

Seseorang biasanya bergaul dengan orang-orang yang sejawat atau sebaya daripada bergaul dengan orang-orang yang tidak sejawat dan tidak sebaya. Oleh karena itu, hubungan dengan teman sejawat hendaknya saling menghormati dan menghargai. Apabila hubungan antarteman sejawat sudah saling menghormati dan menghargai biasanya akan diikuti oleh perilaku yang terpuji. Misalnya, saling menolong dalam kebaikan dan ketakwaan dan bekerja sama untuk kebahagiaan dan kemajuan bersama.

Mengapa harus menghargai orang lain? Pada paragraph dibawah ini saya akan membahas mengenai mamfaat saling menghormati dan saling menghargai, suka atau tidak, kita hidup dengan berinteraksi dengan orang lain. Lalu, bagaimana cara kita membina hubungan baik dengan orang lain agar hidup kita menjadi lebih menyenangkan?

  1. 1.      Saling membutuhkan

Pernahkah kalian membayangkan jika segala sesuatu harus dilakukan sendiri: bekerja sendiri tanpa dibantu oleh costomer service lainnya? Menerima costomer sendiri? Sampai ketika ada suatu masalah kalian mengambil keputusan sendiri? Pasti itu sangat melelahkan, merepotkan, atau bahkan tidak mungkin dilakukan oleh diri kita sendiri. Pasti ada hal-hal yang tidak bisa kita lakukan sendiri dengan baik. Sebagai contoh atasan membutuhkan bawahan, begitu pula sebaliknya perusahaan membutuhkan karyawan dan konsumen, serta pemimpin membutuhkan anak buah. Tentu saja kondisi ini berlaku pula sebaliknya. Jadi intinya: kita semua saling membutuhkan.

  1. 2.      Saling Menguntungkan

Selain saling membutuhkan, ternyata kita semua juga bisa saling menguntungkan. Kita merasa beruntung karena bisa berbagi dengan orang lain: kita mendapat pemasukan uang dan mendapat kepuasan karena ada orang lain yang mau menggunakan hasil karya kita. Orang lain juga merasa diuntungkan dengan kebaradaan kita karena mereka bisa mendapatkan apa yang mereka perlukan dari kita.Misalnya, perusahaan merasa diuntungkan karena adanya costomer service dan karyawan lainnya sehingga perusahaan mendapat pemasukan.

  1. 3.      Saling Mengisi

Tidak ada satu orang pun yang benar-benar serupa dengan orang lain. Anak kembar sekalipun memiliki perbedaan. Kita memiliki perbedaan dalam kepribadian, talenta, kemampuan, gaya hidup, kebiasaan, dan kebutuhan. Namun perbedaan inilah yang membuat hidup menjadi lebih kaya, bervariasi, dan menyenangkan karena kita bisa saling mengisi.

  1. 4.      Saling Menguatkan

Selain perbedaan, persamaan pun bisa menguntungkan. Orang-orang yang memiliki persamaan bisa saling bekerja sama. Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul, begitu kata pepatah. Rupanya pepatah ini muncul dari kesadaran bahwa dengan bekerja sama, segala sesuatu akan terasa lebih mudah. Masalah menjadi lebih ringan dan menjadi lebih mudah dicarikan solusinya jika dipecahkan bersama. Pekerjaan berat akan menjadi lebih mudah dan lebih cepat selesai jika dikerjakan bersama.

Kesimpulannya adalah : bekerja sebagai costomer service atau bekerja dibidang manapun  sangat penting memiliki rasa saling menghormati dan saling menghargai antar sesama rekan kerja, karyawan lain dan costomer. Sikap saling menghargai dan menghormati harus ditanamkan selalu dalam dunia kehidupan sehari-hari dimanapun kita berada. Jadiiii mulai saat ini dan sampai kapanpun hargailah orang lain jika dirimu ingin di hargai




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :

Pengirim : tes -  [tes@gmail.com]  Tanggal : 24/01/2019


   Kembali ke Atas